• Hubungi Kami
  • Hubungi kami untuk mengetahui apakah kami bisa membantu Anda

    Strategic Business Unit Sertifikasi dan Ecoframework
    (SBU SERCO)
    PT. SUCOFINDO (PERSERO)


    Jl. Raya Pasar Minggu, Kav.34 - Pancoran, Jakarta Selatan 12780
    (+62)21-7983666
        Ext.2605
    (62)21-7987015
    serco.sucofindo.co.id
    marketing.serco@sucofindo.co.id
    Kirim Permintaan

Audit Lingkungan

PT Sucofindo (Persero) per Maret 2016 telah ditetapkan sebagai Lembaga Penyedia Jasa Audit Lingkungan dengan No Registrasi: 001/LPJ/ALH-1/LRK/KLHK. Penetapan ini berdasarkan surat no. S381/SETJEN/SLK/SET.1/3/2016 perihal Registrasi Kompetensi Lembaga Penyedia Jasa Audit Lingkungan Hidup dari Sekretariat Jenderal, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam pelaksanaan Audit Lingkungan Hidup ini, PT Sucofindo telah memiliki Auditor Utama dan beberapa Auditor Lingkungan Hidup. Auditor Utama atas nama Triyan Aidilfitri yang telah memiliki Sertifikat Kompetensi dari Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (INTAKINDO) yang ditetapkan sejak 24 Maret 2014 dan telah diperpanjang pada tanggal 27 Desember 2016.

Apa itu Audit Lingkungan?

Landasan hukum dalam pelaksanaan Audit Lingkungan adalah Peraturan Mentri No. 3 Tahun 2013. Peraturan ini mulai ditetapkan pada tanggal 28 Februari 2013. Dengan berlakunya peraturan ini, maka Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: KEP-42/MENLH/XI/1994 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Audit Lingkungan, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 30 Tahun 2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit Lingkungan Hidup Yang Diwajibkan dan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2010 tentang Audit Lingkungan Hidup, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Berdasarkan Permen LH No. 3 Tahun 2013, pengertian Audit Lingkungan Hidup adalah evaluasi yang dilakukan untuk menilai ketaatan penanggung jawab Usaha dan/atau Kegiatan terhadap persyaratan hukum dan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Audit Lingkungan Hidup terdiri atas:

  1. Audit Lingkungan Hidup yang bersifat sukarela; dan
  2. Audit Lingkungan Hidup yang diwajibkan

Tata laksana Audit Lingkungan Hidup yang diatur dalam Peraturan Menteri tersebut hanya untuk Audit Lingkungan Hidup yang diwajibkan.

Apa saja jenis usaha yang wajib mengikuti Audit Lingkungan Hidup?

Audit Lingkungan Hidup diwajibkan kepada:

  1. Usaha dan/atau Kegiatan tertentu yang berisiko tinggi terhadap lingkungan hidup; dan/atau
  2. Usaha dan/atau Kegiatan yang menunjukkan ketidaktaatan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

 

Kriteria penetapan usaha dan/atau kegiatan berisiko tinggi yang diwajibkan melakukan audit lingkungan hidup yang diwajibkan secara berkala:

  1. Jika terjadi kecelakaan dan/atau keadaan darurat menimbulkan dampak yang besar dan luas terhadap kesehatan manusia dan lingkungan hidup;
  2. Hasil audit lingkungan hidup yang diwajibkan secara berkala harus dapat dijadikan acuan untuk melakukan perbaikan pengelolaan lingkungan bagi penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan yang diberikan perintah audit lingkungan hidup yang diwajibkan secara berkala;
  3. Audit lingkungan hidup yang diwajibkan secara berkala dikecualikan bagi kegiatan infrastruktur kecuali pembangunan bendungan/waduk.

 

Daftar jenis usaha yang wajib melakukan audit lingkungan secara berkala:

  1. Bidang Perindustrian
    • Industri semen (yang dibuat melalui produksi klinker) yang menerima limbah B3 bukan dari kegiatan sendiri sebagai bahan baku dan atau bahan bakar pada proses klinker.
    • Industri petrokimia
    • Industri bahan aktif pestisida
    • Industri amunisi dan bahan peledak
  1. Bidang Pekerjaaan Umum (pengoperasian bendungan/ waduk atau jenis tampungan air lainnya)
  1. Bidang Sumber Daya Energi dan Mineral
    • Kegiatan pengolahan minyak dan gas bumi
    • Kegiatan transmisi migas
    • Eksploitasi mineral berikut pengolahannya dengan melakukan penempatan tailing di bawah laut (submarine tailing disposal) atau di darat (tailing storage facility).
    • Eksploitasi bahan galian radioaktif, termasuk pengolahan, penambangan dan pemurnian
    • Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan tinggi bendungan ≥ 15 m atau luas genangan 200 ha.
    • Pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1 x ≥ 1000 MW
  1. Bidang Pengembangan Nuklir yaitu pengoperasian Reaktor Daya (PLTN) atau reaktor nondaya dengan daya ≥ 100 MWt atau 2MWt ≤ x < 100 MWt
  1. Bidang Pengelolaan B3 dan Limbah B3 yaitu kegiatan pengelolaan limbah B3 sebagai kegiatan utama

Bagaimana kalau perusahaan kami termasuk ke dalam daftar yang harus ikut audit lingkungan?

Kami dari tim Auditor Lingkungan Hidup PT Sucofindo (Persero) dengan senang hati akan menjelaskan lebih detil terkait mekanismennya.

Bapak/Ibu bisa menghubungi kami melalui email:

latief@sucofindo.co.id Komarudin Latief

dpamungkas@sucofindo.co.id Dwi Pamungkas Bermani

myazid@sucofindo.co.id Muhammad Yazid

Nomor Telepon: (+6221) 7983666 Ext. 2603/2613/2605/2614