• Hubungi Kami
  • Hubungi kami untuk mengetahui apakah kami bisa membantu Anda

    Strategic Business Unit Sertifikasi dan Ecoframework
    (SBU SERCO)
    PT. SUCOFINDO (PERSERO)


    Jl. Raya Pasar Minggu, Kav.34 - Pancoran, Jakarta Selatan 12780
    (+62)21-7983666
        Ext.2605
    (62)21-7987015
    serco.sucofindo.co.id
    marketing.serco@sucofindo.co.id
    Kirim Permintaan

Verifikasi Legalitas Kayu (VLK)

TANTANGAN BISNIS

Menanggapi kepedulian masyarakat internasional atas laju kerusakan hutan, Pemerintah Indonesia menyusun suatu sistem untuk meyakinkan konsumen atas legalitas kayu asal hutan Indonesia.

Beberapa negara tujuan ekspor a.l. Uni Eropa, Jepang, Australia, telah pula mensyaratkan adanya bukti legalitas sumber bahan baku dan atau lacak balak. Pemerintah Republik Indonesia telah pula memiliki Memorandum of Understanding (MoU) dengan beberapa negara seperti Inggris, Uni Eropa dan Jepang guna mendorong terciptanya sistem monitoring produksi dan legalitas kayu hutan.

PT Sucofindo (Persero) telah memiliki kompetensi dan pengalaman untuk memastikan pemenuhan persyaratan yang ada melalui proses sertifikasi. Kami memiliki personil yang berkualitas, teregistrasi dan profesional untuk melaksanakan kegiatan penilaian dalam rangka sertifikasi verifikasi legalitas kayu di Indonesia.

 

SOLUSI

Untuk memastikan legalitas produk kayu hasil hutan yang diekspor maka wajib dilakukan verifikasi legalitasnya melalui kegiatan audit sertifikasi legalitas kayu

 

MANFAAT

  1. Adanya nilai tambah terhadap penjualan produk-produk yang bersertifikat
  2. Semakin terbuka luasnya pasar untuk penjualan produk-produk yang bersertifikat
  3. Mengamankan akses pasar ke negara-negara yang telah menetapkan peraturan tentang pengadaan produk kayu hanya dari sumber yang bersertifikat
  4. Bagi industri akan meningkatkan citra di mata pembeli karena memproduksi produk-produk yang berasal dari hutan yang dikelola secara lestari
  5. Sebagai pemenuhan terhadap peraturan pemerintah mengenai legalitas kayu
  6. Memperluas pangsa pasar ke negara-negara yang mensyaratkan adanya jaminan legalitas kayu yang diimpor
  7. Membangun image positif masyarakat internasional

 

RUANG LINGKUP AKREDITASI

PT Sucofindo (Persero) telah terakreditasi oleh KAN untuk melakukan proses audit dengan ruang lingkup :

  • Pemegang IUPHHK-HA, IUPHHK-HT, IUPHHK-RE, dan Hak Pengelolaan
  • Pemegang IUPHHK-HTR, IUPHHK-HKm, IUPHHK-HD, IUPHHK-HTHR
  • Pemilik Hutan Hak (termasuk Hak Guna Usaha, Hak Pakai, Tanah Bengkok, Titisara, Hutan milik Desa, Hutan Adat, dan Kuburan)
  • Pemegang IPK, termasuk IPPKH
  • Pemegang IUIPHHK dan IUI
  • Pemegang Tanda Daftar Industri (TDI)
  • Industri Rumah Tangga/Pengrajin
  • Tempat Penampungan Terdaftar (TPT)
  • Eksportir Non-Produsen

 

PELAKSANAAN PEKERJAAN

Pekerjaan kegiatan penilaian pada unit manajemen dilakukan sesuai PemenLHK No.30/MenLHK/Setjen/PHPL.3/3/2016 dan Perdirjen PHPL No. P.14/PHPL/SET/4/2016. Pendekatan yang dilakukan dalam pekerjaan kegiatan sertifikasi Legalitas Kayu adalah sebagai berikut :

Pengajuan Permohonan Sertifikasi :

Dalam hal pengajuan permohonan sertifikasi legalitas kayu, industri harus mengirimkan Aplikasi Sistem Sertifikasi dan Kuisioner SVLK yang telah diisi kepada PT Sucofindo (Persero), Jakarta dengan alamat sesuai dengan yang tertulis pada aplikasi atau dapat juga diserahkan kepada PT Sucofindo (Persero) cabang terdekat.

Tinjauan Dokumen :

Sebelum dilakukan penilaian lapangan, industri harus terlebih dahulu mengirimkan data dan dokumen legalitas perusahaan (akta, SIUP, TDP, NPWP, SPPKP, SKT, IUI, UKL-UPL/SPPL, RPBBI, API, dan Peraturan Perusahaan) untuk dilakukan audit tinjauan dokumen oleh tim audit  PT Sucofindo (Persero)

Publikasi Pra Audit :

Sebelum melakukan penilaian lapangan, PT Sucofindo (Persero) akan mengumumkan atau mempublikasikan rencana penilaian lapangan legalitas kayu pada website LVLK, website Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemantau Independen, di desa/kelurahan lokasi industri dan/atau media massa.

Penilaian Lapangan :

Kegiatan penilaian lapangan dilakukan oleh tim audit PT Sucofindo (Persero) pada lokasi industri. Dalam melakukan penilaian lapangan, tim audit PT Sucofindo (Persero) harus didampingi oleh perwakilan perusahaan (Management Representatif) yang dikuasakan oleh manajemen perusahaan dengan Surat Kuasa atau Surat Tugas.

Keputusan Sertifikasi :

Unit manajemen dikatakan lulus dalam sertifikasi legalitas kayu dan diberikan Sertifikat Legalitas Kayu jika semua norma penilaian untuk setiap verifier pada Standar Verifikasi Legalitas Kayu "Memenuhi". Dalam hal terdapat kekurangan dokumen yang dibutuhkan saat audit, auditee diberikan waktu untuk menyampaikan data dan dokumen maksimal 14 (empat belas) hari sejak pertemuan penutupan. Pengambilan keputusan hasil verifikasi "Lulus" atau "Tidak Lulus" dilakukan oleh Pengambil Keputusan (Panel Review) yang didasarkan oleh laporan auditor.


PEMBEKUAN SERTIFIKASI

Pembekuan sertifikasi pemegang S-LK dilakukan apabila terjadi hal sebagai berikut :

  • Pemegang S-LK tidak bersedia dilakukan penilikan sesuai tata waktu yang ditetapkan sesuai prosedur LVLK
  • Terdapat temuan ketidaksesuaian sebagai hasil audit tiba-tiba

PT Sucofindo (Persero) akan menyampaikan surat pemberitahuan kepada pemegang S-LK terkait pembekuan sertifikasi klien disertai alasannya dengan jangka waktu pembekuan paling lama 3 (tiga) bulan.

 

PENCABUTAN SERTIFIKASI

Pencabutan sertifikasi pemegang S-LK dilakukan apabila terjadi hal sebagai berikut :

  • Pemegang S-LK tetap tidak bersedia dilakukan penilikan setelah 3 (tiga) bulan sejak penetapan pembekuan sertifikat
  • Secara hukum terbukti membeli dan/atau menerima dan/atau menyimpan dan/atau mengolah da/atau menjual kayu ilegal
  • Auditee kehilangan haknya untuk menjalankan usahanya atau izin usaha dicabut
  • Pemegang S-LK tidak memenuhi ketidaksesuaian setelah 3 (tiga) bulan sejak penetapan pembekuan sertifikat

PT Sucofindo (Persero) akan menyampaikan surat pemberitahuan kepada pemegang S-LK terkait pencabutan sertifikat klien

 

PENGURANGAN RUANG LINGKUP SERTIFIKASI

Pengurangan ruang lingkup sertifikasi dilakukan apabila terjadi hal sebagai berikut :

  • Pemegang S-LK menyampaikan secara tertulis untuk mengurangi ruang lingkup sertifikasi
  • Dalam hal pemegang S-LK tersertifikasi secara kelompok, terdapat anggota kelompok yang tidak memenuhi standar penilaian audit

 

PERLUASAN RUANG LINGKUP SERTIFIKASI

Perluasan ruang ligkup sertifikasi dilakukan apabila Pemegang S-LK menyampaikan secara tertulis untuk penambahan ruang lingkup sertifikasi, antara lain terkait :

  • Perluasan lokasi pemegang S-LK
  • Penambahan jenis produk
  • Penambahan jumlah anggota kelompok, apabila sertifikasi berkelompok

 

PENOLAKAN SERTIFIKASI

Penolakan sertifikasi dapat dilakukan apabila :

  • Unit manajemen dalam proses pengadilan terkait tuduhan perbuatan melawan hukum terkait usahanya
  • Dalam proses pembekuan oleh LVLK lain